Home » headlines » SEMINAR NASIONAL PRODI BK FIP IKIP MATARAM

SEMINAR NASIONAL PRODI BK FIP IKIP MATARAM

MATARAM – Program Studi (Prodi) Bimbingan dan Konseling (BK) IKIP Mataram menggelar seminar nasional bertajuk ”Konsoler Masa Depan yang Bermartabat” di Aaula Handayani Kampus IKIP Mataram, minggu (19/4).

Seminar yang mendatangkan guru besar BK Universitas Negeri Semarang Prof. Dr.  H Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons. dan Kabid Dikdas Dikpora NTB Dr. H Aidy Furqon, M.Pd. sebagai pembicara, mampu menarik perhatian banyak peserta. Hal ini terbukti dari 500 peserta yang memadati seminar.

Ketua pelaksana sekaligus Kajur PPB Farida Herna Astuti, M.Pd. mengatakan tidak menyangka acara tersebut akan mendapat sambutan luar biasa dari peserta. Bahkan, pihaknya sampai kualahan mengatur para peserta karena keterbatasan tempat.

”Para peserta juga banyak berasal dari guru BK se-NTB ditambah mahasiswa jurusan,” ujarnya.

Dikatakan, kegiatan tersebut merupakan agenda tahunan Fakultas. Dengan tujuan agar para mahasiswa calon guru BK dan konselor lebih siap ketika terjun lansung mengabdikan diri ke satuan pendidikan. ”Semoga dengan kegiatan kita hari ini, para peserta bisa lebih siap dan memahami peran mereka masing-masing di sekolah nantinya,” ungkap Farida.

Pada kesempatan tersebut, Kabid Dikdas Dikpora NTB H Aidy Furqon mengawali materinya. Pria berkacamata ini banyak memaparkan bagaimana menjadi guru BK dan konselor yang disegani siswa di sekolah. Menurutnya, hampir disemua sekolah kesan guru BK selalu identik dengan hal-hal yang negatif.

Ia mencontohkan ketika salah seorang siswa dipanggil guru BK, siswa yang bersangkutan terkesan pernah melakukan penyimpangan. ”Kesan-kesan seperti inilah yang harus dihilangkan dari pola pikir anak. Ini merupakan tugas kita bersama supaya kesan tersebut berubah. Dimana guru BK akan selalu dicari siswa bahkan ditunggu kehadirannya.

Untuk menjadi konselor yang bermatabat, lanjut Aidy, ada tiga hal yang perlu diperhatikan. Pertama, harus bisa menjadi teman curhat. Kedua, hadir memberikan solusi ketika ada siswa bermasalah. Ketiga, memberikan bantuan fisik jika diperlukan. ”Kehadiran konselor di sekolah juga mampu memberikan warna pada pengembangan karakter anak,” tukasnya.

Sementara, Prof. Dr. H. Mungin Eddy Wibowo, M.Pd., Kons. pada kesempatan itu mengatakan, konseling adalah sebuah pekerjaan, disiplin keilmuan, atau profesi bantuan yang dilakukan oleh konselor. Konselor masa depan adalah konselor yang menatap masa depan, dan mampu mengatasi masa depan. Sehingga mereka akan tetap eksis di dalam mejalankan profesi konseling.

”Antisipasi jauh ke depan sangat penting. Mengingat zaman sekarang ini terjadi perubahan kehidupan ekonomi, sosial dan politik. Terlebih implementasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA),” terangnya.

Dengan demikian, konselor masa depan yang bermartabat adalah yang memiliki komitmen dan bertanggungjawab menjalankan profesi konseling. Memenuhi standar kualifikasi kompetensi konselor, serta memiliki kemampuan dan kualitas pribadi yang efektif.

”Siapapun yang menjadi konselor harus mempunyai alasan yang masuk akal. Menganggap menjadi konselor murni panggilan hati,” tandasnya.

Kegiatan ini semakin semarak dengan penampilan tarian tradisional hingga pemberian doorprize bagi mahasiswa