Home » article » PENYULUHAN KESADARAN BAHAYA SAMPAH PLASTIK DI MADRASAH ALIYAH AL BADRIYAH OLEH TIM PENGABDIAN MASYARAKAT IKIP MATARAM

PENYULUHAN KESADARAN BAHAYA SAMPAH PLASTIK DI MADRASAH ALIYAH AL BADRIYAH OLEH TIM PENGABDIAN MASYARAKAT IKIP MATARAM

web pengabdian inter 2018

Penyampian Materi tentang Kesadaran Bahaya Sampah Plastik di Madrasah Aliyah Al Badriyah Oleh Tim Pengabdian Masyarakat didampingi oleh Wakil Kepala Sekolah MA Al-Badriyah.

Rarang, 10 September 2018, Pondok Pesantren Al Badriyah yang di dalamnya terdapat berbagai lembaga salah satunya Madrasah Aliyah yang merupakan pondok pesantren yang sedang berkembang yang terletak di Desa Rarang Kecamatan Terara Kabupaten Lombok Timur, yang berjarak sekitar 45 Km dari Kampus IKIP Mataram. Siswa yang mengenyam pendidikan di pondok Pesantren adalah siswa yang diwajibkan mondok dan menetap di dalam lingkungan pondok pesantren. Dari jumlah siswa yang besar yang berada di pondok pesantren yang mempunyai kebiasaan membuang sampah sebarangan di sekitar pondok.

Siswa pondok pesantren masih mempunyai kebiasaan membuang sampah sebarangan di lingkungan pondok, serta belum terbiasa memilah sampah organik dan nonorganic. Serta belum memanfaatkan secara maksimal sampah dan limbah yang dihasilkan dari pondok, sehingga ketika musim hujan datang sering terjadi banjir akibat sampah yang mereka buang, sehingga mengakibatkan kualitas air dan tanah berkurang, dengan berkurangnya kualitas air dan tanah yang akibatkan maka akan berimbas pada kualitas dan kesehatan warga pondok.

Mencermati kondisi yang ada dalam tatanan warga pondok pesantren serta permasalahan yang ada di pondok pesantren maka perlu diadakan penyuluhan serta pendampingan pada siswa, pemuda dan masyarakat tentang kesadaran bahaya sampah plastik pada tatanan nilai dan pola pikir tentang sampah rumah tangga. Kesadaran ini dimulai dari lingkungan sekolah, keluarga, lingkungan tempat tinggal, masyarakat/pemuda.

Dalam melaksanakan pendampingan dan penyuluhan tentang kesadaran bahaya sampah plastik di Pondok pesantren yang melibatkan Siswa, Guru, dan Pemuda maka metode yang digunakan dalam penyuluhan adalah dengan teknik video edukasi. Dalam penyuluhan dengan metode video edukasi ini dengan tahap-tahap sebagai berikut: 1) Introduction, dalam kegiatan ini akan menampilkan tentang kondisi bahaya sampah dalam kehidupan dan lingkungan dengan materi-materi yang disiapkan sebelumnya. 2) Modeling, dalam tahap ini menampilkan berbagai macam video tentang bahaya-bahaya sampah, tujuan dalam model ini adalah untuk meningkatkan kesadaran dan cara berpikir masyarakat dan pemuda dalam pengelolaan sampah yang bebar. 3) Refleksi, setelah mencermati video yang telah ditampilkan tersebut maka untuk melihat keberhasilan hasil penyuluhan tersebut diadakan refleksi video dan refleksi diri dalam pengelolaan sampah yang selama ini dilakukan. 4) Umpan Balik, pada tahap ini melihat kekurangan serta kelebihan yang selama ini dilakukan oleh masyarakat dalam pengelolaan sampah. 5) Praktik atau penerapan, dalam tahapan ini dilakukan untuk melihat hasil penyuluhan yang dilakukan, apakah masyarakat dan pemuda mampu menerapkan terhadap materi penyuluhan tentang pengelolaan sampah.

Dalam sambutan ketua tim pengabdian Aluh Hartati, M.Pd, mengatakan bahwa pengabdian penyuluhan tentang bahaya sampah palstik ini didasarkan atas kondisi dan pengalaman yang sering terjadi di masyarakat, untuk itu pemuda atau siswa menjadi tonggak awal perubahan dalam masyarakat ke depannya. Dalam sambutan oleh pihak madrasah yang diwakili oleh Drs. Marzuki selaku Wakil Kepala Madrasah bidang Kesiswaan menyatakan bahwa kegiatan-kegiatan yang seperti ini yang kami harapkan tetap terlaksana di Madrasah, hal ini mendorong semangat dan motivasi siswa dalam mengembangkan diri dan keterampilan yang dibutuhkan, serta Madrasah sangat berterima kasih dengan adanya kegiatan penyuluhan oleh Tim Pengabdian dari IKIP Mataram dan memohon untuk terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya (Memed, 11/0918)