Home » article » PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LEARNING APPROACH TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN EMPATI DIRI SISWA OLEH DOSEN IKIP MATARAM

PENERAPAN TEKNIK STRUCTURE LEARNING APPROACH TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN EMPATI DIRI SISWA OLEH DOSEN IKIP MATARAM

Peneliti 1

Mataram, 10 Oktober 2018. Profesional konselor merupakan modal dasar yang akan menjamin suksesnya penyelengaraan pelayanan bimbingan dan konseling disekolah adalah berupa karakter personal yang ada dan dimiliki, modal personal yang terdiri dari; berwawasan luas, menyayagi anak, sabar dan bijaksana, lembut dan baik hati, serta tekun dan teliti. Modal yang kedua adalah modal profesinal yang terdiri dari; kemantangan wawasan, pengetahuan, keterampilan, nilai dan sikap. Yang ketiga adalah modal instrumenal yang yang salah satunya adalah penguasaan teknik bimbingan kalsikal dalam penegambagan kemadirian peserta didik dengan mengunakan teknik Structure Learning Approach (SLA).

Teknik Structure Learning Approach (SLA) merupakan sebuah metode pembelajaran yang dikembangkan oleh Thompson dengan langkah-langkah aplikasi yang saling berkiatan, teknik ini mempunyai lima tahap pembelajaran antara lain: Pertama, arahan (instruction). Kedua, pemberian model (modeling). Ketiga, bermain peran (role-play). Keempat, pemberian umpan balik (performance feedback). Kelima, pemberian tugas dan pemeliharaan (transfer of training and maintenance).

Adapun tahap-tahap dalam Structured Learning Approach yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan tahapan Thompson, (2003) yang mengemukakan lima tahap Structured Learning Approach, yaitu:

  1. Tahap pertama, arahan (instruction). Pada tahap ini konselor memberi penjelasan tetang materi yang berkaitan dengan topik yang dilatihkan.
  2. Tahap kedua, pemberian model (modeling), di mana konselor memberikan model atau contoh secara simbolis terhadap perilaku yang diharapkan, pemberian model ini dapat berupa model cerita, model hidup, model rekaman vidio, atau model rekaman audio, selanjutnya memandu siswa untuk merefleksikan isi dan merefleksikan diri terhadap model yang diberikan.
  3. Tahap ketiga, bermain peran (role playing), peserta yang bertugas sebagai pemain di minta untuk bermain peran berdasarkan cerita masing-masing komponen pelatihan, yang di observer oleh peserta lain dengan menggunakan lembar observersi yang telah disediakan.
  4. Tahap keempat, pemberian umpan balik (performance feedback), Pada tahap ini konselor memandu merefleskikan atau mendiskusikan dan mengevaluasi bersama peserta lainnya mengenai pelaksanaan pemeranan, apakah pemain telah melaksanakan keterampilan/tingkah laku empati diri yang diharapkan berdasarkan lembar observasi yang telah disediakan, jika berdasarkan penilaian kelompok, pemain belum melaksanakan tingkah laku atau keterampilan yang diharapkan, konselor meminta peran tersebut diulang sampai keterampilan tersebut dikuasai. Pada tahap ini juga, konselor dapat menjelaskan/memberi contoh tingkah laku atau keterampilan yang diharapkan.
  5. Tahap kelima, pemberian tugas dan pemeliharaan (transfer of training and maintenance), pada tahap ini konselor memberikan tugas rumah kepada siswa sebagai dasar untuk berlatih keterampilan yang diharapkan  di luar seting kelas yang diobservasi oleh peserta lain menggunakan lebar observasi.

Empati merupakan pemahaman seseorang individu untuk dapat merasakan apa yang dirasakan orang lain dan memunculkan suatu tindakan positif untuk membantu seseorang melalui sebuah komunikasi. Empati terdiri atas interaksi proses psikologis yang meliputi mempengaruhi, kognisi, persepsi, proses komunikasi, gaya interpersonal, dan modalitas kebiasaan empati, karakteristik kepribadian, interaksi, dan proses transference. Menurut Wilson & Thomas (2004: 18) matriks dari empati terdiri atas interaksi proses psikologis yang meliputi mempengaruhi, kognisi, persepsi, proses komunikasi, gaya interpersonal, dan modalitas kebiasaan empati, karakteristik kepribadian, interaksi, proses transference dan kontra transference. Adapun menurut Egan, (dalam Gladding, 2009: 187) empati melibatkan tiga elemen yaitu: (1) perseptif, (2) pengetahuan dan (3) assertive. (Memed, 10/10/18).